20 Oct

Scott dan Becaknya Berhasil Lintasi 7 Provinsi

Liputan6.com, Jakarta Apakah Anda masih ingat Scott Thompson, seorang pelari asal Skotlandia yang melakukan ide gila mengayuh becak dari Aceh menuju Jakarta? Pada Jumat, 16 Oktober 2015 kemarin, Scott telah berhasil sampai di perbatasan Jakarta, tepatnya di Kota Tangerang. Bersama becaknya yang diberi nama “Flying merah Putih”, Scott telah berhasil menempuh jarak 2.601 km melintasi 7 provinsi, mulai dari Aceh hingga ke Banten selama 20 hari.


Aksi gila Scott ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran sosial, sekaligus mengumpulkan donasi bagi 4 Yayasan yaitu YCAB Foundation, Mary’s Cancer Kiddies, Wisma Cheshire, dan Yayasan Puspita.

Menurut rilis yang diterima Liputan6.com, Senin (19/10/2015), Scott mengatakan, “Saya sangat lega bisa tiba di kota Tangerang dengan selamat, dan beristirahat sehari penuh kemarin. Begitu banyak hal menarik tentang Indonesia yang saya lihat sepanjang perjalanan. Saya juga mendapat banyak sekali sambutan yang sangat hangat dari masyarakat lokal. Walaupun saya mendapat sedikit gangguan asap di wilayah Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan, namun saya sangat bahagia bisa melewati itu semua. Ini merupakan pengalaman sekali seumur hidup dan tak terlupakan. Saya ingin membangun lebih banyak ‘jembatan’ dengan rekan-rekan yang kurang beruntung.”

Saat perjalanan dari Duri menuju Pekanbaru pada Selasa, 6 Oktober 2015, Scott juga telah melewati rekor dunia untuk Longest Journey by Rickshaw (Perjalanan Terjauh dengan Becak). Rekor sebelumnya di pegang oleh Tim Moss, seorang berkebangsaan Inggris yang berhasil menempuh jarak 1377.96 KM dengan becak pada tahun 2010. Tentunya untuk peresmian rekor menunggu proses verifikasi oleh juri Guinness World Record dengan jarak keseluruhan yang ditempuh oleh BecakTerus yaitu 2.601 KM.

Di Sumatera Selatan, Scott bertemu dengan anak-anak Rumah Belajar YCAB Foundation yang bekerja sama dengan Panti Sosial Bina Remaja di wilayah Indralaya (33 km dari kota Palembang). Di lokasi tersebut, Scott ikut serta dalam jamuan makan siang bersama dengan anak-anak Rumah Belajar itu, sekaligus menyerahkan bantuan berupa 100 buah masker tipe 3M, 10 unit tabung oksigen, dan vitamin serta suplemen yang diperuntukan bagi murid Rumah Belajar. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan kepada anak-anak yang aktivitas dan kesehatannya terganggu akibat bencana asap.

M Farhan, Project Director BecakTerus dalam kesempatan yang sama mengungkapkan, “Saya sangat terharu dengan antusiasme masyarakat atas aksi BecakTerus. Semoga ke depannya semakin banyak masyarakat yang lebih sadar dan peduli terhadap berbagai masalah sosial yang terjadi di Indonesia.”

Saat ini donasi yang terkumpul mencapai hampir Rp 5,8 miliar. Dengan semangat gotong royong, Scott berhasil mengumpulkan dana ‘keroyokan’ dari masyarakat ini dan langsung dapat disalurkan segera kepada 4 yayasan yang dituju. (Ibo)

Source: Liputan 6 

Share this

Leave a reply